Karhutla Muncul Beruntun, TRC BPBD Kobar Terpaksa Bagi Personel di Dua Kecamatan
KOTAWARINGIN BARAT, iNewsKobar.id - Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) harus bekerja ekstra keras menghadapi kemunculan titik api yang terjadi secara beruntun di sejumlah wilayah. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini dilaporkan meluas di Kecamatan Arut Selatan dan Kecamatan Kumai.
Penanganan api di Kilometer 19 Jalan Ahmad Shaleh, Kelurahan Raja Seberang, yang sudah berlangsung sejak Minggu (18/1/2026), belum sempat tuntas sepenuhnya saat titik api baru kembali terdeteksi. Munculnya kepulan asap di Kilometer 8 Jalan Ahmad Shaleh, Kelurahan Mendawai Seberang, memaksa tim gabungan untuk membagi kekuatan personel.
Untuk mengatasi situasi darurat ini, TRC BPBD Kobar bekerja sama dengan Balakar Huma Singgah Itah, Masyarakat Peduli Api (MPA) Mendawai Seberang, serta jajaran TNI dan Polri. Pembagian personel dilakukan agar pemadaman di lokasi lama tetap berjalan sementara titik api baru bisa segera dilokalisir.
“Kami terpaksa membagi personel. Sebagian tetap bertahan untuk menuntaskan penanganan di Kilometer 19, dan sebagian lagi langsung dikerahkan ke Kilometer 8 Mendawai Seberang karena api mulai mendekati perkebunan warga,” ujar personel TRC BPBD Kobar, Sayid Abdul Badawi, Selasa (20/1/2026).
Berdasarkan data teknis, kebakaran di Kilometer 8 melanda area perkebunan kelapa sawit milik warga dengan luas mencapai 0,53 hektare. Karena terjadi di lahan gambut, api tidak hanya membakar permukaan atas tetapi juga merambat ke bagian bawah tanah, sehingga membutuhkan teknik pemadaman yang lebih intensif.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar, Andan Santana, merincikan bahwa total lahan yang terbakar di Kilometer 19 mencapai 1,25 hektare. Vegetasi yang hangus didominasi oleh semak belukar, ilalang, hingga tanaman produktif seperti kelapa sawit.
Meskipun api di kedua titik sepanjang Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama tersebut berhasil dikuasai pada Selasa sore, tim gabungan tidak bisa beristirahat lama.
“Setelah penanganan di Jalan Ahmad Shaleh selesai, tim langsung bergerak menuju Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, untuk memadamkan titik api baru yang dilaporkan muncul di sana,” tambah Andan.
Penyebab pasti kebakaran di beberapa titik tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. BPBD Kobar terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca dan karakteristik lahan gambut yang sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan
Editor : Sigit Pamungkas